Hi anak-anak,
Mama disini, menulis lagi karena lagi-lagi hampir di depak. Di tahun 2022 ini, keluarga kita harus berpisah untuk sementara dengan Ayah yang ditugaskan ke Pekanbaru. Alhamdulillah, ayah dapat deal lumayan bagus sehingga Ayah bisa minta tiket pesawat PP setiap 2 minggu sekali untuk bertemu kita.
((lalu ibu-ibu yang LDM pada protes, yaelahh itu mah bukan LDM))
Hehehe iya kurang lama ya. Awalnya mama agak cemas juga sih menjalani hari-hari tanpa Ayah, karena selama hampir 2 tahun, Ayah sudah mulai terlatih untuk memback up urusan di rumah. Bisa dibilang Ayah kalian sangat hands on lah urusan anak dan rumah. Ya walaupun standarnya tetap harus diturunkan ya, tapi Alhamdulillah sekali Ayah termasuk laki-laki yang mau "turun" gunung. Mari kita enyahkan patriarki minimal di keluarga kita ya. Ini artinya, kamu, AMMAR, nanti harus bisa juga bantu pekerjaan rumah istri kamu.
Setiap 2 minggu Ayah pulang, sampai di rumah Jumat malam, pulang lagi lagi Senin shubuh, artinya 2.5 hari lah kita bersama. Dalam rentang waktu 2 minggu, ternyata tidak terasa. Ayah sibuk penyesuaian dengan jabatan dan tugas barunya, Mama sibuk jualan. Jadi sama-sama sibuk.
Saat pulang yang hanya sesaat, tentu saja permintaan Ayah tidak bisa ditolak. Contohnya, minta pijit. Ya sudahlah, kan hanya 1-2 kali dalam waktu 2 minggu, tidak seperti dulu setiap malam sampai Ayah tertidur. Mama baru ngeh bahwa ini artinya kesempatan Mama mendulang pahala dari berbakti dengan Ayah juga semakin sedikit. TAPI kesempatan Mama marah-marah dan berantem sama Ayah juga semakin sedikit. Bisa dibilang, Ayah dan Mama tidak pernah beradu mulut lagi.
Setiap hari minggu adalah jadwal Mama long run, senang sekali kalau sedang ada Ayah, jadi berasa lebih aman, walau Ayah larinya agak lebih lambat.
Oh iya, tapi waktu screen time anak-anak jadi lebih bertambah sih. Nampaknya Mama harus improve dan lebih engage lagi dengan kalian. Dan Mama juga masih suka lupa kalau Ammar udah mulai sekolah, kelas di hari Kamis sudah 2x bolos, murni lupa baru teringat keesokan harinya.
Sekian dulu ya cerita Mama.
Love you Ayah, Aa, Caca, Wawa
Comments
Post a Comment