Anak-anak, ada banyak perubahan dalam diri Mama setelah menikah terutama setelah memiliki anak. Selain Mama menjadi lebih rasis terhadap suku ayah kalian (yang berarti adalah suku kalian) bisa dibilang Mama juga jadi feminis.
Hal terkait wanita dan peranannya serta nilainya dalam masyarakat adalah topik sensitif yang bisa membuat Mama menggebu-gebu. Walau jangan disalah artikan bahwa Mama tidak menghormati Ayah ya. Mama pun masih sangat menghargai institusi pernikahan dan merasa sangat beruntung memiliki kalian semua.
Beberapa contoh isi sensitif bagi Mama
1. Expiration Date Wanita
Ada umur tertentu dimana wanita sudah sangat sulit untuk menikah karena pria seumurannya pun lebih memilih wanita yang lebih muda.
2. Pembagian fungsi Ayah dan Ibu di rumah
Masing-masing memiliki tugas utama, namun perlu diingat, satu sama lain harus bisa mengcover. Itu adalah kewajiban bersama, bukan sekedar membantu.
3. Anak laki-laki lebih istimewa dari anak perempuan
Kalau ada yang bilang punya anak laki-laki itu lebih sulit daripada anak perempuan. Pikir lagi. Semuanya ada tantangannya tersendiri. Jangan memilih-milih apa yang telah diberikan Allah untukmu. Mama sering sekali kesal jika mendengar orang ingin gender bayinya tertentu. Laki dan perempuan SAMA saja. Camkan itu ya anak-anak.
Dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu anak-anakku sayang, semoga kalian bisa menjadi pribadi yang bisa menilai segala sesuatu secara objektif.
Ammar, sebagai laki-laki yang kelak akan memiliki istri, ingat lah bawa istri bukanlah pembantu, maka bantulah pekerjaan istrimu. Ringankan bagaimana pun caranya. Mengurus anak-anak day to day juga tugasmu. Kunci rumah yang indah dan tentram ada pada jiwa ibu yang sehat.
Caca dan Wawa, anak mama yang baik, buatlah keputusan dengan penuh kesadaran dan hanya nikahi laki-laki yang memberikan kamu kebebasan untuk memilih karier atau menjadi ibu rumah tangga. Tentunya yang siap mendukung dan memfasilitasi apapun yang menjadi pilihan kalian kelak. Ini penting. Dan Ayah seperti ini.
Okay, segini dulu yaa, kapan-kapan mama sambung lagi.
Love you all
Comments
Post a Comment