Skip to main content

Mama ini agak feminis loh

Anak-anak, ada banyak perubahan dalam diri Mama setelah menikah terutama setelah memiliki anak. Selain Mama menjadi lebih rasis terhadap suku ayah kalian (yang berarti adalah suku kalian) bisa dibilang Mama juga jadi feminis.

Hal terkait wanita dan peranannya serta nilainya dalam masyarakat adalah topik sensitif yang bisa membuat Mama menggebu-gebu. Walau jangan disalah artikan bahwa Mama tidak menghormati Ayah ya. Mama pun masih sangat menghargai institusi pernikahan dan merasa sangat beruntung memiliki kalian semua.

Beberapa contoh isi sensitif bagi Mama
1. Expiration Date Wanita
Ada umur tertentu dimana wanita sudah sangat sulit untuk menikah karena pria seumurannya pun lebih memilih wanita yang lebih muda. 
2. Pembagian fungsi Ayah dan Ibu di rumah
Masing-masing memiliki tugas utama, namun perlu diingat, satu sama lain harus bisa mengcover. Itu adalah kewajiban bersama, bukan sekedar membantu. 
3. Anak laki-laki lebih istimewa dari anak perempuan
Kalau ada yang bilang punya anak laki-laki itu lebih sulit daripada anak perempuan. Pikir lagi. Semuanya ada tantangannya tersendiri. Jangan memilih-milih apa yang telah diberikan Allah untukmu. Mama sering sekali kesal jika mendengar orang ingin gender bayinya tertentu. Laki dan perempuan SAMA saja. Camkan itu ya anak-anak. 

Dan masih banyak lagi. 

Oleh karena itu anak-anakku sayang, semoga kalian bisa menjadi pribadi yang bisa menilai segala sesuatu secara objektif.

Ammar, sebagai laki-laki yang kelak akan memiliki istri, ingat lah bawa istri bukanlah pembantu, maka bantulah pekerjaan istrimu. Ringankan bagaimana pun caranya. Mengurus anak-anak day to day juga tugasmu. Kunci rumah yang indah dan tentram ada pada jiwa ibu yang sehat. 

Caca dan Wawa, anak mama yang baik, buatlah keputusan dengan penuh kesadaran dan hanya nikahi laki-laki yang memberikan kamu kebebasan untuk memilih karier atau menjadi ibu rumah tangga. Tentunya yang siap mendukung dan memfasilitasi apapun yang menjadi pilihan kalian kelak. Ini penting. Dan Ayah seperti ini.

Okay, segini dulu yaa, kapan-kapan mama sambung lagi. 

Love you all

Comments

Popular posts from this blog

Darurat Pendidikan di Indonesia

This is crazy. So crazy. Kalian tau kan anak-anak bawah mama sangat anti sama yang bodoh. I mean, pengertian bodoh bukannya harus pintar akademik semata, mama percaya setiap orang punya kekuatan di bidangnya masing-masing. Tapi mama sangat berharap masalah akademik, anak-anak bisa di atas rata-rata atau bare minimum, tidak perlu juara.  Ammar sangat pintar di science dan matematika, Caca sangat pintar dalam kesenian, sedangkan Wawa, kita masih amati ya nak kamu kuatnya di mana.

Bulan Pertama LDM

 Hi anak-anak, Mama disini, menulis lagi karena lagi-lagi hampir di depak. Di tahun 2022 ini, keluarga kita harus berpisah untuk sementara dengan Ayah yang ditugaskan ke Pekanbaru. Alhamdulillah, ayah dapat deal lumayan bagus sehingga Ayah bisa minta tiket pesawat PP setiap 2 minggu sekali untuk bertemu kita.  ((lalu ibu-ibu yang LDM pada protes, yaelahh itu mah bukan LDM)) Hehehe iya kurang lama ya. Awalnya mama agak cemas juga sih menjalani hari-hari tanpa Ayah, karena selama hampir 2 tahun, Ayah sudah mulai terlatih untuk mem back up urusan di rumah. Bisa dibilang Ayah kalian sangat hands on  lah urusan anak dan rumah. Ya walaupun standarnya tetap harus diturunkan ya, tapi Alhamdulillah sekali Ayah termasuk laki-laki yang mau "turun" gunung. Mari kita enyahkan patriarki minimal di keluarga kita ya. Ini artinya, kamu, AMMAR, nanti harus bisa juga bantu pekerjaan rumah istri kamu. Setiap 2 minggu Ayah pulang, sampai di rumah Jumat malam, pulang lagi lagi Senin shubuh, ar...