Skip to main content

First Post! Kenapa Blog ini Ada?

Hi semuanya,

Terutama anak-anakku, Aa, Caca, Wawa, dan suamiku Bebo. Di blog pribadi ini, aku akan menyebut diri sendiri sebagaimana panggilan di rumah, Mama.

Mama bikin blog baru nih yang dikhususkan sebagai media catatan untuk kalian. Bisa mengandung nasihat, tapi bisa juga hanya cerita dan keluh kesah. Mungkin suatu hari nanti jika Mama tidak ada, blog ini bisa mengobati rasa rindu kalian.

Blog lain yang mama punya rasanya kurang personal dan sedang jarang diupdate semenjak tidak semangat lagi karena adsense nya menghilang (padahal niat awal bikin blog pun bukan itu). Tumblr juga sudah lupa passwordnya. Yaudah buat disini aja deh 😊

Beberapa waktu yang lalu, Mama baru saja selesai membaca sebuah buku berjudul "The Last Lecture" oleh Randy Pausch. Beliau adalah seorang professor dari Carnegie Mellon yang didiagnosis kanker pankreas stadium akhir. Di sisa waktu yang ada, beliau menuangkan petuah dari pengalaman hidupnya dalam sebuah kuliah yang kemudian dituliskan juga dalam sebuah buku. Tujuannya simpel, agar anak-anaknya yang masih kecil kelak bisa membacanya.

Seperti yang kalian tau, mama hanyalah ibu rumah tangga biasa. Jadi kemungkinan suara mama didengar dan bisa membuat dampak terhadap hidup orang lain selain kalian, tentu saja kecil 😝

Kebetulan malam ini kalian tidur lebih cepat, jam 8 malam. Sebelumnya kalian tiada henti bermain dan mengeksplor semua sensori kalian. Mulai dari tembok rumah yang penuh dengan coretan, tumpahan air dimana-mana, jejak bekas sandal karena kalian bermain genangan air di luar rumah, sampai mainan dan buku yang sedikit demi sedikit bedol desa ke ruang tengah dan kamar tidur, ditambah lagi hari ini Ayah sibuk sekali banyak meeting jadi tidak bisa back up Mama.

Huff, anak-anak, hari-hari Mama tidak pernah membosankan tanpa kalian. Merepotkan dan buat stress iya 😣 Namun di akhir setiap harinya, Mama tau kalian adalah warna dalam hidup, kesempatan untuk Mama belajar lebih baik lagi. Ujian menghadapi godaan emosi. Waktu untuk kita tumbuh bersama.


Salam Sayang,

Mama

Comments

Popular posts from this blog

Darurat Pendidikan di Indonesia

This is crazy. So crazy. Kalian tau kan anak-anak bawah mama sangat anti sama yang bodoh. I mean, pengertian bodoh bukannya harus pintar akademik semata, mama percaya setiap orang punya kekuatan di bidangnya masing-masing. Tapi mama sangat berharap masalah akademik, anak-anak bisa di atas rata-rata atau bare minimum, tidak perlu juara.  Ammar sangat pintar di science dan matematika, Caca sangat pintar dalam kesenian, sedangkan Wawa, kita masih amati ya nak kamu kuatnya di mana.

Bulan Pertama LDM

 Hi anak-anak, Mama disini, menulis lagi karena lagi-lagi hampir di depak. Di tahun 2022 ini, keluarga kita harus berpisah untuk sementara dengan Ayah yang ditugaskan ke Pekanbaru. Alhamdulillah, ayah dapat deal lumayan bagus sehingga Ayah bisa minta tiket pesawat PP setiap 2 minggu sekali untuk bertemu kita.  ((lalu ibu-ibu yang LDM pada protes, yaelahh itu mah bukan LDM)) Hehehe iya kurang lama ya. Awalnya mama agak cemas juga sih menjalani hari-hari tanpa Ayah, karena selama hampir 2 tahun, Ayah sudah mulai terlatih untuk mem back up urusan di rumah. Bisa dibilang Ayah kalian sangat hands on  lah urusan anak dan rumah. Ya walaupun standarnya tetap harus diturunkan ya, tapi Alhamdulillah sekali Ayah termasuk laki-laki yang mau "turun" gunung. Mari kita enyahkan patriarki minimal di keluarga kita ya. Ini artinya, kamu, AMMAR, nanti harus bisa juga bantu pekerjaan rumah istri kamu. Setiap 2 minggu Ayah pulang, sampai di rumah Jumat malam, pulang lagi lagi Senin shubuh, ar...

Mama ini agak feminis loh

Anak-anak, ada banyak perubahan dalam diri Mama setelah menikah terutama setelah memiliki anak. Selain Mama menjadi lebih rasis terhadap suku ayah kalian (yang berarti adalah suku kalian) bisa dibilang Mama juga jadi feminis. Hal terkait wanita dan peranannya serta nilainya dalam masyarakat adalah topik sensitif yang bisa membuat Mama menggebu-gebu. Walau jangan disalah artikan bahwa Mama tidak menghormati Ayah ya. Mama pun masih sangat menghargai institusi pernikahan dan merasa sangat beruntung memiliki kalian semua. Beberapa contoh isi sensitif bagi Mama 1. Expiration Date Wanita Ada umur tertentu dimana wanita sudah sangat sulit untuk menikah karena pria seumurannya pun lebih memilih wanita yang lebih muda.  2. Pembagian fungsi Ayah dan Ibu di rumah Masing-masing memiliki tugas utama, namun perlu diingat, satu sama lain harus bisa mengcover. Itu adalah kewajiban bersama, bukan sekedar membantu.  3. Anak laki-laki lebih istimewa dari anak perempuan Kalau ada yang bilang puny...