Skip to main content

Selamat Idul Adha

Hi anak-anak



Selamat Idul Adha yaaa... Saat tulisan ini ditulis, tahun Hijriahnya 1443 H. 

Hari raya Idul Adha tahun ini jatuh pada bulan Juli berbarengan dengan tahun ajaran baru sekolah dimana Aa dan Caca akan memulai sekolah offline. Artinya gaji Ayah di bulan Juni agak tight karena uang pangkal 2 anak dan kurban. Sebenarnya sih sekolah kalian tidak mahal, namun karena diambil langsung dari gaji dan bukan dari tabungan, jadi cukup terasa dampaknya pada kelancaran Mama berbelanja bulan ini 😝 Mungkin perencanaan keuangan Ayah dan Mama masih kurang bagus juga. Dana darurat kami tidak disimpan dalam bentuk liquid.

Tapi intinya sih Mama bukan mau mengeluh tentang pengeluaran bulan ini. Mama cuma mau bilang, selalu prioritaskan dan bela-belain ya buat berkurban. Sesuai kemampuan, kalau bisa yang terbaik yang kalian bisa beli. Oh iya, satu atas nama kepala keluarga pun tidak apa, pahalanya bisa buat semua. Tapi kalo mau satu-satu pun bagus juga. Jangan pelit-pelit kalo untuk Ibadah ya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita. Aamiin.. 

Selama ini Mama selalu menganggap lebaran haji/idul adha ya biasa saja. Sampai kemarin, mbak kita yang biasa beberes di rumah izin 4 hari karena mau kumpul sama keluarganya untuk masak-masak kambing/sapi. Disitu lah mama baru sadar bahwa lebaran haji amat dinantikan bagi mereka yang makan daging itu sebuah kemewahan. Jadi dengan berkurban, kamu membuat orang lain yang membutuhkan senang juga.

Kapan-kapan Mama sambung lagi yaa... 

Comments

Popular posts from this blog

Darurat Pendidikan di Indonesia

This is crazy. So crazy. Kalian tau kan anak-anak bawah mama sangat anti sama yang bodoh. I mean, pengertian bodoh bukannya harus pintar akademik semata, mama percaya setiap orang punya kekuatan di bidangnya masing-masing. Tapi mama sangat berharap masalah akademik, anak-anak bisa di atas rata-rata atau bare minimum, tidak perlu juara.  Ammar sangat pintar di science dan matematika, Caca sangat pintar dalam kesenian, sedangkan Wawa, kita masih amati ya nak kamu kuatnya di mana.

Bulan Pertama LDM

 Hi anak-anak, Mama disini, menulis lagi karena lagi-lagi hampir di depak. Di tahun 2022 ini, keluarga kita harus berpisah untuk sementara dengan Ayah yang ditugaskan ke Pekanbaru. Alhamdulillah, ayah dapat deal lumayan bagus sehingga Ayah bisa minta tiket pesawat PP setiap 2 minggu sekali untuk bertemu kita.  ((lalu ibu-ibu yang LDM pada protes, yaelahh itu mah bukan LDM)) Hehehe iya kurang lama ya. Awalnya mama agak cemas juga sih menjalani hari-hari tanpa Ayah, karena selama hampir 2 tahun, Ayah sudah mulai terlatih untuk mem back up urusan di rumah. Bisa dibilang Ayah kalian sangat hands on  lah urusan anak dan rumah. Ya walaupun standarnya tetap harus diturunkan ya, tapi Alhamdulillah sekali Ayah termasuk laki-laki yang mau "turun" gunung. Mari kita enyahkan patriarki minimal di keluarga kita ya. Ini artinya, kamu, AMMAR, nanti harus bisa juga bantu pekerjaan rumah istri kamu. Setiap 2 minggu Ayah pulang, sampai di rumah Jumat malam, pulang lagi lagi Senin shubuh, ar...

Mama ini agak feminis loh

Anak-anak, ada banyak perubahan dalam diri Mama setelah menikah terutama setelah memiliki anak. Selain Mama menjadi lebih rasis terhadap suku ayah kalian (yang berarti adalah suku kalian) bisa dibilang Mama juga jadi feminis. Hal terkait wanita dan peranannya serta nilainya dalam masyarakat adalah topik sensitif yang bisa membuat Mama menggebu-gebu. Walau jangan disalah artikan bahwa Mama tidak menghormati Ayah ya. Mama pun masih sangat menghargai institusi pernikahan dan merasa sangat beruntung memiliki kalian semua. Beberapa contoh isi sensitif bagi Mama 1. Expiration Date Wanita Ada umur tertentu dimana wanita sudah sangat sulit untuk menikah karena pria seumurannya pun lebih memilih wanita yang lebih muda.  2. Pembagian fungsi Ayah dan Ibu di rumah Masing-masing memiliki tugas utama, namun perlu diingat, satu sama lain harus bisa mengcover. Itu adalah kewajiban bersama, bukan sekedar membantu.  3. Anak laki-laki lebih istimewa dari anak perempuan Kalau ada yang bilang puny...