Skip to main content

Merdeka!

Ammar, selamat ulang tahun ke 6, tanggal 7 Agustus lalu yaaa... Semoga kamu menjadi anak sholeh dan tidak membuat susah orang lain. Sesimpel itu harapan mama. Karena kalaupun kamu menjadi politikus sukses tapi kamu korupsi, itu namanya buat susah orang lain.



Semenjak kamu lahir, hidup mama berubah. Ada saatnya mama merindukan kehidupan yang lama, namun mama juga tidak bisa membayangkan hidup mama tanpa kalian bertiga. Dan setelah 6 tahun menjadi Ibu, mungkin mama baru bisa bilang bahwa mama baru merasa tidak terkekang dengan keberadaan kalian. I enjoy your company.

Mama memutuskan untuk menjalani hidup dengan maksimal. Bukan maksimal dengan banyak target, namun lebih ke arah menikmatinya. Mama mengurangi banyak hal yang tidak penting seperti memanjat percakapan di Whatsapp Group ataupun mendengarkan berita yang hanya membuat mama pusing tapi tak dapat melakukan apa-apa. Mama pun mengurangi intensitas berjualan, karena ketika sedang banyak order dan segala sesuatu dikerjakan sendirian, biasanya kalian lah yang sering kena sewot mama. Biarlah Ayah yang sedang merantau ke pulau sebrang yang mencari uang, jika Mama juga ikut menggeber, kasian kalian, dua orang tua alfa. 

Makasih ya anak-anak, kalian sudah cukup mandiri untuk umur kalian walaupun dengan babysitter youtube dan games 😋

Kalian juga selalu setia menyemangati mama jikala mama sedang berlari keliling di komplek. Ahhh this time is so precious... Love you guys



Comments

Popular posts from this blog

Darurat Pendidikan di Indonesia

This is crazy. So crazy. Kalian tau kan anak-anak bawah mama sangat anti sama yang bodoh. I mean, pengertian bodoh bukannya harus pintar akademik semata, mama percaya setiap orang punya kekuatan di bidangnya masing-masing. Tapi mama sangat berharap masalah akademik, anak-anak bisa di atas rata-rata atau bare minimum, tidak perlu juara.  Ammar sangat pintar di science dan matematika, Caca sangat pintar dalam kesenian, sedangkan Wawa, kita masih amati ya nak kamu kuatnya di mana.

Bulan Pertama LDM

 Hi anak-anak, Mama disini, menulis lagi karena lagi-lagi hampir di depak. Di tahun 2022 ini, keluarga kita harus berpisah untuk sementara dengan Ayah yang ditugaskan ke Pekanbaru. Alhamdulillah, ayah dapat deal lumayan bagus sehingga Ayah bisa minta tiket pesawat PP setiap 2 minggu sekali untuk bertemu kita.  ((lalu ibu-ibu yang LDM pada protes, yaelahh itu mah bukan LDM)) Hehehe iya kurang lama ya. Awalnya mama agak cemas juga sih menjalani hari-hari tanpa Ayah, karena selama hampir 2 tahun, Ayah sudah mulai terlatih untuk mem back up urusan di rumah. Bisa dibilang Ayah kalian sangat hands on  lah urusan anak dan rumah. Ya walaupun standarnya tetap harus diturunkan ya, tapi Alhamdulillah sekali Ayah termasuk laki-laki yang mau "turun" gunung. Mari kita enyahkan patriarki minimal di keluarga kita ya. Ini artinya, kamu, AMMAR, nanti harus bisa juga bantu pekerjaan rumah istri kamu. Setiap 2 minggu Ayah pulang, sampai di rumah Jumat malam, pulang lagi lagi Senin shubuh, ar...

Mama ini agak feminis loh

Anak-anak, ada banyak perubahan dalam diri Mama setelah menikah terutama setelah memiliki anak. Selain Mama menjadi lebih rasis terhadap suku ayah kalian (yang berarti adalah suku kalian) bisa dibilang Mama juga jadi feminis. Hal terkait wanita dan peranannya serta nilainya dalam masyarakat adalah topik sensitif yang bisa membuat Mama menggebu-gebu. Walau jangan disalah artikan bahwa Mama tidak menghormati Ayah ya. Mama pun masih sangat menghargai institusi pernikahan dan merasa sangat beruntung memiliki kalian semua. Beberapa contoh isi sensitif bagi Mama 1. Expiration Date Wanita Ada umur tertentu dimana wanita sudah sangat sulit untuk menikah karena pria seumurannya pun lebih memilih wanita yang lebih muda.  2. Pembagian fungsi Ayah dan Ibu di rumah Masing-masing memiliki tugas utama, namun perlu diingat, satu sama lain harus bisa mengcover. Itu adalah kewajiban bersama, bukan sekedar membantu.  3. Anak laki-laki lebih istimewa dari anak perempuan Kalau ada yang bilang puny...