Skip to main content

Jadi apa kalian kelak ya nak?



Salah satu impian Ayah dan Mama terhadap kalian, anak-anak, adalah agar kalian bisa menjadi seseorang sesuai dengan passion dan keinginan kalian. Tidak ada kejaran ekonomi karena jadi sandwich misalnya, ini dari Ayah. Sedangkan Mama hanya ingin kalian menjadi orang yang tidak merugikan siapapun. Percuma uang banyak kalo korupsi, itu artinya merugikan orang lain.

Saat waktu tidur, kadang kita berdiskusi tentang mau jadi apa saat besar. Caca dan Wawa belum begitu mengerti, mereka ingin jadi police car dan ambulance. Errr maaf anak-anak itu kendaraannya, maksudnya jadi polisi dan paramedik mungkin. Sedangkan Aa (6y3m) sempat mengutarakan ingin menjadi seniman (artist). Mata Aa berbinar sekali membayangkan apa saja yang dapat ia lakukan. Walaupun beberapa malam setelahnya dia memutuskan mau jadi firefighter, that's kinda odd. 

Anyway, belum lama ini, ramai berita tentang perusahaan Meta (parent companynya Facebook) yang mem-PHK 11.000 pegawainya. Jaman Mama kuliah dulu, ada anak jurusan sebelah yang tembus internship di facebook dengan gaji yang kalo dibandingkan dengan gaji Indonesia cukup fantastis. Intinya, kerja di facebook itu wow banget. Mama langsung terbayang 11.000 karyawan tersebut pastinya adalah orang-orang yang terpilih sebelumnya dari mungkin jutaan aplikan yang masuk ke perusahaan tersebut. 

Semakin maju teknologi, semakin mempermudah pekerjaan manusia. Namun ini juga beberapa skill tertentu sudah tidak diperlukan karena bisa ditangani oleh mesin dengan jauh lebih efisien. Mesin tidak perlu makan, tidak perlu liburan. Pertanyaannya adalah HOW TO STAY RELEVANT?

Hmm, sepertinya ini adalah tantangan yang cukup besar untuk Ayah dan Mama. Let's see!

Comments

Popular posts from this blog

Darurat Pendidikan di Indonesia

This is crazy. So crazy. Kalian tau kan anak-anak bawah mama sangat anti sama yang bodoh. I mean, pengertian bodoh bukannya harus pintar akademik semata, mama percaya setiap orang punya kekuatan di bidangnya masing-masing. Tapi mama sangat berharap masalah akademik, anak-anak bisa di atas rata-rata atau bare minimum, tidak perlu juara.  Ammar sangat pintar di science dan matematika, Caca sangat pintar dalam kesenian, sedangkan Wawa, kita masih amati ya nak kamu kuatnya di mana.

Bulan Pertama LDM

 Hi anak-anak, Mama disini, menulis lagi karena lagi-lagi hampir di depak. Di tahun 2022 ini, keluarga kita harus berpisah untuk sementara dengan Ayah yang ditugaskan ke Pekanbaru. Alhamdulillah, ayah dapat deal lumayan bagus sehingga Ayah bisa minta tiket pesawat PP setiap 2 minggu sekali untuk bertemu kita.  ((lalu ibu-ibu yang LDM pada protes, yaelahh itu mah bukan LDM)) Hehehe iya kurang lama ya. Awalnya mama agak cemas juga sih menjalani hari-hari tanpa Ayah, karena selama hampir 2 tahun, Ayah sudah mulai terlatih untuk mem back up urusan di rumah. Bisa dibilang Ayah kalian sangat hands on  lah urusan anak dan rumah. Ya walaupun standarnya tetap harus diturunkan ya, tapi Alhamdulillah sekali Ayah termasuk laki-laki yang mau "turun" gunung. Mari kita enyahkan patriarki minimal di keluarga kita ya. Ini artinya, kamu, AMMAR, nanti harus bisa juga bantu pekerjaan rumah istri kamu. Setiap 2 minggu Ayah pulang, sampai di rumah Jumat malam, pulang lagi lagi Senin shubuh, ar...

Mama ini agak feminis loh

Anak-anak, ada banyak perubahan dalam diri Mama setelah menikah terutama setelah memiliki anak. Selain Mama menjadi lebih rasis terhadap suku ayah kalian (yang berarti adalah suku kalian) bisa dibilang Mama juga jadi feminis. Hal terkait wanita dan peranannya serta nilainya dalam masyarakat adalah topik sensitif yang bisa membuat Mama menggebu-gebu. Walau jangan disalah artikan bahwa Mama tidak menghormati Ayah ya. Mama pun masih sangat menghargai institusi pernikahan dan merasa sangat beruntung memiliki kalian semua. Beberapa contoh isi sensitif bagi Mama 1. Expiration Date Wanita Ada umur tertentu dimana wanita sudah sangat sulit untuk menikah karena pria seumurannya pun lebih memilih wanita yang lebih muda.  2. Pembagian fungsi Ayah dan Ibu di rumah Masing-masing memiliki tugas utama, namun perlu diingat, satu sama lain harus bisa mengcover. Itu adalah kewajiban bersama, bukan sekedar membantu.  3. Anak laki-laki lebih istimewa dari anak perempuan Kalau ada yang bilang puny...