Skip to main content

Refleksi Tahun 2022

Anak-anak sayang. Tulisan ini dibuat bertepatan dengan ulang tahun pernikahan ke 8 Ayah dan Mama. Sekaligus Mama baru sadar sudah telat setoran untuk 1minggu1cerita jadi buru-buru nulis. Sebenarnya ada banyak ide tulisan terutama tentang lari untuk dituliskan di blog utama Mama, tapi ya ujung-ujungnya nulis di blog pribadi ini lagi. 

Dear Ayah,
Terima kasih sudah bertumbuh bersamaku selama 8 tahun ini. Ga kerasa ya, tapi bukannya mudah juga hidup bersama kamu 😝 Tolong ya, tolong sadar. 

Dear Ammar,
Ammar yang baik, Mama tau tidak mudah untuk kamu menjadi kakak dari umur yang masih muda. Sering kali kamu menangis dan berharap tidak punya adik saja. Tapi ketahuilah, bahwa saudara adalah treasure yang saat dewasa jikala kalian akur, hidup ini menjadi lebih ringan.

Dear Caca,
Caca, mama sayang caca yang manis. Terkadang mama suka terlalu sibuk dan seperti tidak memperhatikan kalian. Mama sayang kalian semua, sama rata, jadi Caca tidak perlu menjadi orang lain hanya agar mama sayang ya. Mama sayang Caca sebagai Caca.

Dear Wawa,
Hei kamu, otoy banget sihhh. Rasanya Mama ingin cubit kamu selalu. Jangan berantem ya sama teteh Caca dan Aa. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Darurat Pendidikan di Indonesia

This is crazy. So crazy. Kalian tau kan anak-anak bawah mama sangat anti sama yang bodoh. I mean, pengertian bodoh bukannya harus pintar akademik semata, mama percaya setiap orang punya kekuatan di bidangnya masing-masing. Tapi mama sangat berharap masalah akademik, anak-anak bisa di atas rata-rata atau bare minimum, tidak perlu juara.  Ammar sangat pintar di science dan matematika, Caca sangat pintar dalam kesenian, sedangkan Wawa, kita masih amati ya nak kamu kuatnya di mana.

Bulan Pertama LDM

 Hi anak-anak, Mama disini, menulis lagi karena lagi-lagi hampir di depak. Di tahun 2022 ini, keluarga kita harus berpisah untuk sementara dengan Ayah yang ditugaskan ke Pekanbaru. Alhamdulillah, ayah dapat deal lumayan bagus sehingga Ayah bisa minta tiket pesawat PP setiap 2 minggu sekali untuk bertemu kita.  ((lalu ibu-ibu yang LDM pada protes, yaelahh itu mah bukan LDM)) Hehehe iya kurang lama ya. Awalnya mama agak cemas juga sih menjalani hari-hari tanpa Ayah, karena selama hampir 2 tahun, Ayah sudah mulai terlatih untuk mem back up urusan di rumah. Bisa dibilang Ayah kalian sangat hands on  lah urusan anak dan rumah. Ya walaupun standarnya tetap harus diturunkan ya, tapi Alhamdulillah sekali Ayah termasuk laki-laki yang mau "turun" gunung. Mari kita enyahkan patriarki minimal di keluarga kita ya. Ini artinya, kamu, AMMAR, nanti harus bisa juga bantu pekerjaan rumah istri kamu. Setiap 2 minggu Ayah pulang, sampai di rumah Jumat malam, pulang lagi lagi Senin shubuh, ar...

Mama ini agak feminis loh

Anak-anak, ada banyak perubahan dalam diri Mama setelah menikah terutama setelah memiliki anak. Selain Mama menjadi lebih rasis terhadap suku ayah kalian (yang berarti adalah suku kalian) bisa dibilang Mama juga jadi feminis. Hal terkait wanita dan peranannya serta nilainya dalam masyarakat adalah topik sensitif yang bisa membuat Mama menggebu-gebu. Walau jangan disalah artikan bahwa Mama tidak menghormati Ayah ya. Mama pun masih sangat menghargai institusi pernikahan dan merasa sangat beruntung memiliki kalian semua. Beberapa contoh isi sensitif bagi Mama 1. Expiration Date Wanita Ada umur tertentu dimana wanita sudah sangat sulit untuk menikah karena pria seumurannya pun lebih memilih wanita yang lebih muda.  2. Pembagian fungsi Ayah dan Ibu di rumah Masing-masing memiliki tugas utama, namun perlu diingat, satu sama lain harus bisa mengcover. Itu adalah kewajiban bersama, bukan sekedar membantu.  3. Anak laki-laki lebih istimewa dari anak perempuan Kalau ada yang bilang puny...