Skip to main content

Dear Ammar

Hari ini adalah hari wisuda TK Ammar. Angkatan ke-40. Sudah 40 tahun rupanya TK yang bertetangga dengan Ayu TingTing ini berdiri. Karena pandemi, Ammar baru mulai bersekolah secara offline di tahun 2022, langsung kelas B. Hanya setahun waktu yg Ammar habiskan di TK ini.



Tidak terasa ya nak, Ammar sudah mau menginjak SD. Jenjang pendidikan terlama dalam hidupmu kelak (kecuali kamu akan ambil phD dan mengalami beberapa kesialan dalam penelitian sehingga lulusnya lebih dari 5 tahun 🤪).

Oh iya, pas perpisahan ini, Ammar tampil 2x, drumband dan tarian. Sedangkan Caca dari kelas A mempersembahkan 1 tarian. Lucunya karena menunggu terlalu lama, Ammar tidak sabar dan menangis sehingga saat giliran menari tiba Ammar mogok menari. Walau akhirnya Ammar bangkit dan menyelesaikan kewajiban Ammar walau gaya menarinya seperti orang mabuk. That was one of my proudest moment of you, Ammar. Will definitely keep the stories and pass it on to your kids!

Mama agak kaget mendapat laporan bahwa ternyata Ammar adalah orang yang kompetitif dan selalu ingin jadi yang pertama menyelesaikan tugas di kelas. Mama kira kamu akan jadi aliran selow seperti Mama. Hehehehe...

Tapi nak, mama ingin di masa pesatnya perkembanganmu, dipenuhi oleh bermain yang menyenangkan. Karena bermain itu juga belajar. Nanti pas SMP baru kita geber ya nak 😝 pokoknya kuliah minimal ITB.. Ehhhh

Impian mama tidak muluk-muluk. Jadilah orang yang tidak merugikan orang lain dalam segala peran yang akan kamu jalani, teman, suami, ayah, rekan kerja, atau apapun itu. 

I love you, Ammar. Always.

Comments

Popular posts from this blog

Darurat Pendidikan di Indonesia

This is crazy. So crazy. Kalian tau kan anak-anak bawah mama sangat anti sama yang bodoh. I mean, pengertian bodoh bukannya harus pintar akademik semata, mama percaya setiap orang punya kekuatan di bidangnya masing-masing. Tapi mama sangat berharap masalah akademik, anak-anak bisa di atas rata-rata atau bare minimum, tidak perlu juara.  Ammar sangat pintar di science dan matematika, Caca sangat pintar dalam kesenian, sedangkan Wawa, kita masih amati ya nak kamu kuatnya di mana.

Bulan Pertama LDM

 Hi anak-anak, Mama disini, menulis lagi karena lagi-lagi hampir di depak. Di tahun 2022 ini, keluarga kita harus berpisah untuk sementara dengan Ayah yang ditugaskan ke Pekanbaru. Alhamdulillah, ayah dapat deal lumayan bagus sehingga Ayah bisa minta tiket pesawat PP setiap 2 minggu sekali untuk bertemu kita.  ((lalu ibu-ibu yang LDM pada protes, yaelahh itu mah bukan LDM)) Hehehe iya kurang lama ya. Awalnya mama agak cemas juga sih menjalani hari-hari tanpa Ayah, karena selama hampir 2 tahun, Ayah sudah mulai terlatih untuk mem back up urusan di rumah. Bisa dibilang Ayah kalian sangat hands on  lah urusan anak dan rumah. Ya walaupun standarnya tetap harus diturunkan ya, tapi Alhamdulillah sekali Ayah termasuk laki-laki yang mau "turun" gunung. Mari kita enyahkan patriarki minimal di keluarga kita ya. Ini artinya, kamu, AMMAR, nanti harus bisa juga bantu pekerjaan rumah istri kamu. Setiap 2 minggu Ayah pulang, sampai di rumah Jumat malam, pulang lagi lagi Senin shubuh, ar...

Mama ini agak feminis loh

Anak-anak, ada banyak perubahan dalam diri Mama setelah menikah terutama setelah memiliki anak. Selain Mama menjadi lebih rasis terhadap suku ayah kalian (yang berarti adalah suku kalian) bisa dibilang Mama juga jadi feminis. Hal terkait wanita dan peranannya serta nilainya dalam masyarakat adalah topik sensitif yang bisa membuat Mama menggebu-gebu. Walau jangan disalah artikan bahwa Mama tidak menghormati Ayah ya. Mama pun masih sangat menghargai institusi pernikahan dan merasa sangat beruntung memiliki kalian semua. Beberapa contoh isi sensitif bagi Mama 1. Expiration Date Wanita Ada umur tertentu dimana wanita sudah sangat sulit untuk menikah karena pria seumurannya pun lebih memilih wanita yang lebih muda.  2. Pembagian fungsi Ayah dan Ibu di rumah Masing-masing memiliki tugas utama, namun perlu diingat, satu sama lain harus bisa mengcover. Itu adalah kewajiban bersama, bukan sekedar membantu.  3. Anak laki-laki lebih istimewa dari anak perempuan Kalau ada yang bilang puny...