Beberapa waktu lalu, Caca mengikuti tes masuk SD di sekolah tempat Ammar belajar. Namun ketika orang lain sudah mendapatkan hasilnya via whatsapp dan email, Ayah dan Mama malah disuruh datang ke sekolah terkait hasil tes Caca. Down dong, sudah pasti. Masalahnya sekolah Ammar ini berbasiskan fitrah, jadi sudah termasuk santai... kalau di sekolah ini saja tidak diterima, gimana di sekolah lain? 😑
Alhamdulillah kebetulan Ayah sedang di Jakarta, jadi bisa ikut menghadap kepala sekolah. Ternyata hasil tesnya Caca diterima, namun ada beberapa catatan dari observer mengenai artikulasi Caca yang kurang jelas sehingga agak sulit dipahami. Intinya, mumpung ada waktu sebelum masuk sekolah SD tahun depan, orang tua harus berpartisipasi aktif agar Caca bisa berbicara dengan lebih jelas sehingga kelak tidak akan mengalami kesulitan. Selain itu harus membiasakan diri berbicara dengan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama sekolah.
Tentu saja konsekuensi dari ini semua akan cukup berat untuk Mama karena harus mengurus 3 anak sendirian sehari-hari mengingat penempatan kerja Ayah masih di Sumatera. Harus diakui memang bahwa screen time anak-anak terlalu banyak, tapi bagaimana Mama bertahan tanpanya 🥲
Akhirnya Mama pun memeriksakan Caca ke klinik tumbuh kembang di daerah Juanda Depok. Hasilnya Caca membutuhkan Terapi Wicara (TW) untuk membantu artikulasinya dan Sensori Integrasi (SI) agar tidak mudah terdistraksi dan bisa lebih fokus. Namun karena tidak ada jadwal yang tersedia jika ingin 2 terapi dalam satu hari yang sama, maka Mama putuskan untuk mengambil Terapi Wicara saja dulu, agar tidak terlalu lelah bolak balik terapi saja tiap minggunya.
Hebatnya, Caca menerima keadaan ini dan ikut berkomitmen agar bisa bicara lebih jelas. Caca sampai memulangkan HP nenek agar tidak sering main HP lagi. Masya Allah, Caca hebat deh. Sampai-sampai semua buku workbook Caca kerjakan, Mama sampai kebingungan cari kegiatan untuk Caca. Semangat terus ya Caca.
Comments
Post a Comment